Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan prinsip keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)↗. Sikap tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai aspirasi dan kritik publik terhadap program prioritas pemerintah tersebut.
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya bahkan turun langsung menemui massa aksi dari Jaringan Muda Indonesia (JMI) di Kantor BGN untuk mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan masyarakat. Dalam pertemuan itu, BGN menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: BGN Hentikan Operasional SPPG di Asahan Usai Dibongkar Pemodal↗
BGN menyebut kritik publik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan menjadi pengingat agar tata kelola lembaga dan pelaksanaan program MBG terus diperbaiki. Sejumlah isu yang disoroti masyarakat, termasuk dugaan penyimpangan pengadaan barang, akan diteruskan kepada unit terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, BGN memastikan seluruh proses pengelolaan anggaran dan pengadaan barang/jasa dilakukan berdasarkan prinsip good governance dengan pengawasan internal berlapis. Langkah tersebut dilakukan agar program MBG berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Baca Juga: Taeyang BIGBANG Dominasi Chart Global Lewat Album “QUINTESSENCE”↗
BGN juga menilai komunikasi publik menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Karena itu, lembaga tersebut terus memperkuat kanal komunikasi digital dan ruang dialog terbuka agar masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya program.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan di Indonesia.
source: BGN tegaskan komitmen keterbukaan terhadap aspirasi publik terkait MBG↗

