BANDUNG – Polda Jawa Barat berhasil membongkar kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)↗ atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kasus ini, polisi menetapkan empat orang tersangka.
Para pelaku diketahui menawarkan pembukaan titik koordinat dapur MBG kepada korban dengan tarif mulai Rp75 juta hingga Rp150 juta per titik. Untuk meyakinkan korban, mereka menggunakan dokumen dan ID SPPG palsu yang seolah-olah berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati Saat “Luntang-Lantung”, Singgung Soal Ekonomi↗
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar menyebut para tersangka berinisial YRN, AY, AN, dan OSP memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksi tersebut. Salah satu pelaku bahkan mengaku sebagai kerabat pejabat tinggi BGN dan mencatut nama seorang jenderal untuk memperlancar penipuan.
Dari hasil penyelidikan, korban sementara tercatat mencapai 13 orang dengan total kerugian sekitar Rp1,96 miliar. Polisi memastikan seluruh uang yang diterima pelaku tidak pernah masuk ke BGN dan murni digunakan untuk kepentingan pribadi jaringan penipu tersebut.
Baca Juga: Prabowo Mendadak Cari Kopi Saat Pidato di DPR, Sidang Paripurna Langsung Pecah Tawa ↗
Kasus ini terungkap setelah sejumlah korban melapor ke Polda Jabar terkait janji pembukaan dapur MBG yang tak kunjung terealisasi. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dan membuka peluang pengembangan kasus ke jaringan yang lebih luas.
Pihak BGN juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan percepatan pengurusan titik dapur MBG dengan imbalan uang tertentu. Pemerintah menegaskan seluruh proses pengajuan SPPG dilakukan melalui jalur resmi dan tidak dipungut biaya.
source: Polda Jabar Tangkap 4 Tersangka Kasus 'Jual Beli Titik Dapur MBG' Palsu: Pelaku Catut Nama Jenderal↗

