Hubungan politik antara Joko Widodo dan PDI Perjuangan kembali menjadi sorotan. Hal ini menyusul rencana Jokowi yang akan menjalani safari ke sejumlah daerah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam waktu dekat. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa mantan Presiden RI itu telah meninggalkan rumah politik lamanya.
Baca Juga: 26 SPPG di Tangerang Selatan Masih Disuspend, BGN Desak Pengelola Lakukan Perbaikan↗
Ketua DPP PSI Bestari Barus sebelumnya menyatakan bahwa agenda keliling Indonesia yang akan dilakukan Jokowi merupakan bagian dari program bersama PSI. Bahkan, PSI secara terbuka menyebut Jokowi sudah tidak lagi berada di PDIP dan kini menjadi bagian dari PSI.
Kedekatan Jokowi dengan PSI sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa kesempatan, Jokowi menunjukkan dukungan terbuka terhadap partai yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep. Sejumlah elite PSI juga menyebut Jokowi sebagai patron politik partai tersebut dan akan berperan dalam memperkuat konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Baca Juga: Polisi Gerebek Praktik Judi Berkedok Arena Permainan, 60 Orang Diamankan↗
Di sisi lain, hubungan Jokowi dan PDIP dalam beberapa tahun terakhir terlihat semakin renggang. Perbedaan sikap politik hingga berbagai kritik yang muncul dari kader PDIP terhadap Jokowi memperkuat spekulasi bahwa keduanya telah menempuh jalan politik yang berbeda.
Pengamat politik menilai langkah Jokowi mendampingi PSI dalam berbagai kegiatan politik dapat menjadi modal penting bagi partai tersebut untuk meningkatkan elektabilitas. Namun, efektivitas pengaruh Jokowi di luar kekuasaan masih akan diuji dalam dinamika politik nasional ke depan.
source: Jokowi Segera Berjaket PSI, Tanda Tak Lagi Bersama PDIP↗

